Menikmati Pantai Baron di Malam Hari Sekaligus Menikmati Ganti Ban Mobil

Gb. Berfoto bersama di atas perahu nelayan di malam hari

Gb. Berfoto bersama di atas perahu nelayan di malam hari

Gb. Ganti ban setelah keluar dari pintu gerbang restribusi di pantai Baron

Gb. Ganti ban setelah keluar dari pintu gerbang restribusi di pantai Baron

Rombongan Majlis Tabligh PDM Gunungkidul setelah melakukan kunjungan dan silaturahmi ke masjid Sumber Planjan sekaligus menemui para muallaf di masjid tersebut, kepulangannya mencoba lewat jalur JLLS menuju pantai Baron. Memasuki pantai Baron sebagian anggota meminta untuk membelokkan mobil PDM menuju pantai sekaligus menikmati pantai Baron di malam hari.

Memasuki lokasi wisata terasa sangat sepi dan sunyi , hanya dikejauhan terdengan suara ombak yang terus menerus. Agar lebih aman mobil di bawa masuk mendekati pantai dekat kapal-kapal berlabuh berjejer-jejer. Ada satu dua warung yang buka dengan lampu penerangan menunggu pembeli yang mau makan atau menum sambil menikmati udara malam.

Semua rombongan yang terdiri dari ustazd Drs Ngadimin, ustazd Taufiq Salyono , ustazd Wahyudiyono, ustazd Wadiyo serta mas Arif melihat-lihat sekitar pantai sambil menikmati panorama pantai yang diterangi sinar bulan purnama. Sebelum kembali ke mobil rombongan berfoto bersama dengan diterangi lampu senter.setelah semua naik mobil dan menuju jalan raya memasuki pintu keluar terasa ban mobil sebelah kiri seperti ada yang berbunyi, mobil dihentikan dan kami turun melihat kondisi ban belakang , ternyata ban gembos karena terkena paku.

Akhirnya rombongan turun semua untuk mengganti ban mobil yang gembos dengan ban mobil cadangan, ada yang meleas bana ada yang mengambil ban cadangan ada yang menjaga jalan raya agartidak tertabrak pengendara motor ataumobil.Setelah ban mobil terpasang ternata bannya masih terasa gembos sehingga mobilharus dijalankan dengan pelan-pelan sambil mencari bengkel untuk memompakan ban tersebut .Alkhamdulillah rombongan menemui bengkel dan bisa memompakan ban bagian belakang , rombongan merasa lega walaupun kepulangannya harus terlambat. Untuk perhatian bila mau ngaji malam hari sebainya ban serep harus diek dalam kondis yang baik agar bila ban mobil yang ada harus diganti karena bocor atau terkena paku maka tidak perlu mencari bengkel untuk memompakan lagi.

Semoga Allah SWT mengganti tenaga dan pengorbanan ustazd Wahyudiyono dalam melepas dan memasang ban mobil kesayngannnya dengan pahala yang berlipat ganda. amien

Categories: Sosial Keagamaan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: