Dusun Sumber Desa Planjan Saptosari Rawan Pemurtadan

Mari Berantas Pornografi dan Pornoaksi yang merusak generasi muda harapan bangsa

Dusun Sumber desa Planjan kecamatan Saptosari Gunungkidul  yang terletak tidak jauh dari jalan JJLS merupakan salah satu dusun di Gunungkidul yang rawan terhadap pemurtadan. Gerakan misionaris yang sudah memulai “berdakwah ” beberapa puluh tahun yang lalu sudah berhasil mendirikan lembaga pendidikan Sekolah Dasar di dusun tersebut.

Jumlah umat Islam secara setatistik memang masih lebih besar dari jumlah non muslim tetapi secara ekonomi dan setatus sosial berada di bawah masyarakat non muslim. Hal ini menyebabkan kebijakan-kebijakan tingkat dusun banyak di “kuasai “oleh masyarakat non muslim.

Sekolah Dasar Non Muslim yang ada sebagian besar siswanya beragama Islam tetapi di sekolah mereka diberi pelajaran sesuai dengan misi mereka,sehingga bila tidak hati-hati maka bisa terjadi anak -anak tersebut bisa berpindah ke agama lain.Selain itu mereka ( anak-anak siswa SD  tersebut ) juga difasilitasi dengan berbagai fasilitas sekolah secara gratis,seperti sepatu ,tas dan buku bahkan bisa berujud uang saku dan sebagainya.

Bahkan menurut salah satu sumber , satu guru putri di Sekolah Dasar tersebut yang tadinya Ustadzah dan mengajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu ” Al-I’TISHOM ” berpindah ke sekolah misionaris karena gaji yang lebih besar dan kesejahtraan yang lebih menarik.Dan Guru putri tersebut merupakan putri dari salah satu takmir masjid yang sudah almarhum.

Kegiatan-kegiatan sore atau ektrakurikulerpun banyak yang sengaja dijadwalkan sesuai dengan jadwal TPA di masjid Al-Barokhah di dusun Sumber tersebut. Hal ini menyebabkan siswa SD yang bersekolah di SD Misionaris tersebut tidak bisa mengikuti kegiatan TPA di lingkungannya.

Diperlukan perhatian dan kerja sama seluruh komponen umat Islam di Gunungkidul untuk menanggulangi anak-anak SD agar tidak murtad dan berpindah ke agama lain.

Hikmah:

“Barangsiapa berwudhu dengan baik keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampaipun dari bawah kuku-kukunya. “(HR. Muslim)

Categories: Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: