Silaturahim Ormas dan Lembaga Islam Desak Pemerintah Evaluasi dan Mengganti Densus 88

GUNAKAN INTERNET UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN

BUKAN UNTUK MENYEBARKAN DAN MENCARI PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat Silaturahim Organisasi/Lembaga Islam, di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2013). (ist)

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin saat Silaturahim Organisasi/Lembaga Islam, di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2013).

Silaturrahim Organisasi Masyarakat/Lembaga Islam (SOLI) menegaskan terorisme tidak ada kaitan dan tidak benar dikaitkan dengan Islam. Soalnya, karena tidak memiliki dasar ajaran dan akar di dalamnya.

“Penggunaan dalih agama untuk melakukan terorisme adalah pengingkaran dan perlawanan terhadap Islam sebagai agama perdamaian dan kerahmatan bagi seluruh umat manusia dan alam semesta,” kata Marwah Daud Ibrahim kepada pers di Jakarta, Kamis (7/3).

Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu membacakan pernyataan bersama para tokoh Muslim dan pimpinan ormas/lembaga Islam tingkat pusat setelah mengadakan pertemuan di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Karena itu, kata Marwan, SOLI menentang secara tegas segala bentuk tindakan terorisme bermotifkan ideologi keagamaan, politik dan kejahatan yang dilakukan individu, kelompok atau negara.

“Terorisme adalah kejahatan terhadap umat manusia dan kemanusiaan. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi dan melindungi kehidupan manusia,” katanya.

Marwah mengatakan umat Islam memberikan apresiasi atas keberhasilan pemerintah dan aparat keamanan dalam pemberantasan tindak pidana terorisme. Berkat kerja keras aparat keamanan dan dukungan semua pihak, Indonesia mendapat pengakuan internasional dalam pemberantasan terorisme.

“Walaupun demikian, akhir-akhir ini terdapat indikasi pemberantasan terorisme telah menyimpang dari semangat menciptakan keamanan negara, mengesampingkan dimensi kemanusiaan dan menunjukkan adanya unsur tindak kekerasan oleh aparat,” tuturnya.

Karena itu, SOLI mendesak pemerintah mengevaluasi kinerja Detasemen Khusus 88 Antiteror dan menggantikan dengan lembaga lain yang lebih kredibel.

“Kami mendesak pemerintah mengevaluasi, mengaudit kinerja -termasuk keuangan-lembaga tersebut dan menggantikannya dengan lembaga baru yang kredibel, profesional dan berintegritas dengan melibatkan unsur-unsur masyarakat,” katanya.

Pernyataan bersama itu ditandatangani sedikitnya 22 tokoh Muslim dan pimpinan ormas/lembaga Islam diantaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Amirsyah Tambunan, Ketua Presidium ICMI Marwah Daud Ibrahim dan lain-lain.

Sebelumnya, di situs Youtube sempat beredar video kekerasan yang dilakukan beberapa orang berseragam aparat kepolisian yang diduga anggota Densus 88 terhadap seseorang yang disebut-sebut terduga teroris.

Video kekerasan itu memicu pro-kontra di masyarakat termasuk di kalangan Muslim dan ormas/lembaga Islam. (Karta Raharja Ucu/Antara/ROL)

Hikmah :

“Tiga macam do’a dikabulkan tanpa diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa kedua orang tua, dan do’a seorang musafir (yang berpergian untuk maksud dan tujuan baik).” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Categories: Politik | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: