Sekolah Katolik di Blitar Menolak Memberi Pelajaran Agama Islam : Bisa Seperti Gunung Es dalam lautan Yang Luas

 

Kasus pelanggaran hak pendidikan agama di enam sekolah Katolik, di Kota Blitar Jawa Timur yang semuanya menolak untuk memberikan pelajaran agama Islam bagi siswa-siswinya yang beragama Islam. Hal ini jelas-jelas melanggar UU No. 20 Thn 2003. Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan, pasal  4 ayat (1). Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan nilai kemajemukan.”Juga pasal 12 ayat (1) setiap peserta didik pada satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yg dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yg seagama.

Seperti diketahuii, enam sekolah Katolik enam sekolah Katolik,diantaranya  SMAK Diponegoro STM Katolik, TK Santa Maria, SD Katolik Santa Maria serta SD Katolik dan SMP Yos Sudarso, di Kota Blitar Jawa Timur yang semuanya menolak untuk memberikan pelajaran agama Islam bagi siswa-siswinya yang beragama Islam. Sekolah tersebut terancam ditutup oleh pemerintah setempat. (arrahmah.com)

Adanya  sekolah –sekolah yang tidak memberikan ajaran agama sesuai dengan agama siswa ,bisa seperti gunung es yang ada di lautan yang luas, yang terlihat sedikit tetapi sebetulnya yang tidak terlihat lebih besar lagi. Perlu adanya pengecekan pada sekolah-sekolah yang berprilaku seperti sekolah-sekolah di atas sehingga bisa diantisispasi dengan beberapa langkah.

Antisipasi yang pertama menyampaikan kasus-kasusnya pada dinas pendidikan yang terkait agar dinas pendidikan melakukan teguran dan langkah untuk menyediakan guru agama yang sesuai dengan agama yang dianut sebagian siswanya.

Yang kedua bila dalam berjalannya waktu ,teguran dan peringatan tidak diindahkan pihak-pihak maka masyarakat bisa menyampaikan bahwa anak-anak mereka jangan dimasukkan ke sekolah-sekolah tersebut agar tidak berpindah agama .

Pihak-pihak yang sudah melakukan protes dan keberatan antara lain : Komisioner Bidang Agama dan Budaya KPAI, Asrorun Niam Sholeh ,anggota Komisi X DPR yang juga Ketua DPP PPP DR Reni Marlinawati.

Semoga segenap pihak yang berkepentingan terhadap keselamatan aqidah siswa muslim bisa lebih jeli dan waspada untuk mengantisispasinya.

Categories: Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: