Kebijaksanaan Ibu Menteri Kesehatan Tentang Kondom Untuk Remaja.

Hikmah :
Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah. (HR. Ath-Thabrani dan Al Hakim)

condom 218x300 condom

Langkah Menteri Kesehatan yang menyatakan, bahwa akses kondom akan dipermudah bagi remaja , secara tidak langsung  akan membuka ajang kebebasan seks dikalangan remaja.Alasan mengapa Ibu Menteri mengeluarkan kebijaksanaan tersebut sebagai langkah preventif terhadap penyakit HIV / AIDS secara rasional memang sepertinya masuk akal.Tetapi berdasarkan Presidium Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C), Dr. Sarbini Murod mengatakan bahwa program penggalakan kondom  tidak menjamin seseorang terhindar dari HIV/AIDS, karena lobang pori-pori itu (kondom) bisa tembus dengan virus AIDS. Secara kedokteran sudah terbukti,” kata Dr. Sarbini

Kebijaksanaan Ibu Menteri Kesehatan bila dilaksanakan secara tidak langsung akan mengakibatkan mudahnya para remaja untuk mendapatkan kondom sehingga akan lebih mudah untuk melakukan hubungan sex dengan pasangannya yang belum menikah, dan ini  sama halnya mempromosikan sex bebas di kalangan remaja, tidak terkecuali remaja-remaja Muhammadiyah.

Belum lagi bila ditinjau dari segi agama ,sex bebas merupakan perbuatan hina yang akan dilaknat oleh Allah SWT bagi yang melakukannya.Bila diibaratkan maka langkah Ibu Menteri seperti mencuci baju dengan air kencing, bukan semakin bersih tetapi malah semakin kotor dan penuh dengan najis yang menjijikkan.

Merebaknya penyakit HIV/AIDS saat ini perlu ditinjau akar permasalahannya ,penyakit itu terjadi  karena pergaulan bebas ,melakukan hubungan sex diluar nikah .Perbuatan itu timbul karena lemahnya pemahaman dan ke-Imanan seseorang sehingga terjerumus ke dalam lembah perzinaan yang menjijikkan.

Dengan melihat akar permasalahan tersebut sebaiknya porsi pemerintah untuk pendidikan moral dan agama di sekolah-sekolah dan masyarakat ditingkatkan baik dari segi waktu maupun alokasi dana yang ada.Saat ini dengan gencarnya arus kemaksiatan pelajaran agama di sekolah umum hanya 2 jam perminggu sangat jauh dari kebutuhan .Orang tua dan masyarakat juga sudah mulai luntur perhatiannya terhadap pendidikan agama baik di keluarga maupun di masyarakat.Hal ini berarti pemerintah perlu juga menyediakan sumber daya dan sumber dana untuk kegiatan keagamaan di masyarakat.idak

Melihat kebijaksanaan yang akan menjerumuskan generasi muda dan juga Remaja Muhammmadiyah sebaiknya Persyarikatan Muhammadiyah segera mengambil langkah preventiv agar kebijaksanaan tersebut tidak berlanjut dan merusak anak-anak Muhammadiyah.

Semoga kebijaksanaan Ibu Menteri Kesehatan nantinya bisa ditinjau kembali sehingga keputusannya tidak semakin merusak moral generasi muda calon pemimpin bangsa Indonesia tercinta.

Categories: Politik | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: