Kader Muhammadiyah Perlu Menghargai Waktu dan Menegakkan Sholat

Mari Berantas Pornografi dan Pornoaksi yang merusak generasi muda harapan bangsa

Salah satu contoh kegiatan yang masih kosong dari peserta, sewaktu am undangan seharusnya sudah dimulai

Sebagai kader Muhammadiyah yang ingin mengamalkan wahyu dari Allah SWT  khususnya surat Al-‘Asr yaitu menghargai waktu maka perlu menjadi kebiasaan yang perlu kita “paksakan “.Dalam banyak acara dan kegiatan di Muhammadiyah  waktu yang tertera dalam undangan banyak molor bahkan sampai satu jam.

Salah satu kegiatan Muhammadiyah yang penulis ikuti contohnya “Sosialisasi Kurikulum Ismuba yang dilaksanakan oleh Majlis Dikdasmen DPM Gunungkidul dengan pemateri dari Majlis Dikdasmen PWM DI Yogyakarta  waktunya molor 45 menit. Undangan yang tertera jam 09.00 tetapi realita pelaksanaan  baru mulai jam 09.45 menit.

Perlu ada tekad bersama dari kader-kader Muhammadiyah agar kita bisa lebih mengamalkan surat Al-‘Asr tersebut.Ironisnya saat ini yang paling banyak mengamalkan surat tersebut adalah orang-orang non muslim yang notabene tidak wajib mengamalkan Al-Qur’an.Bila dari segi menghargai waktu saja kita sebagai kader Muhammadiyah tidak bisa maka jangan terlalu berharap yang lebih jauh tentang kesuksesan membawa Muhammadiyah  kea rah yang lebuh kuat menghadapi persaingan global saat ini.

Ironisnya kurangnya menghargai waktu tersebut ditambah lagi juga tidak menghargai tingginya nilai “Sholat tepat pada waktunya” Beberapa acara yang penulis ikuti dan yang terakhir adalah acara “Sosialisasi Kurikulum Ismuba” di lantai dasar masjid Al-Ikhlas hari Rabu 20 Juni 2012. Bersamaan dengan acara Adzan Dzuhur acara tersebut memang diskors untuk mendengarkan adzan kemudian acara dilanjutkan kembali dan ditutup  sekitar  25 menit setelah waktu Dzuhur.

Yang terjadi di lapangan dari Sembilan puluhan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dari tingkat SD sampai SLTA di lingkungan PDM Gunungkidul tesebut hanya beberapa orang saja yang kemudian  mengambil air wudlu dan melaksankan sholat Dzuhur di atas pertemuan tersebut.Hampir Sembilan puluh persen langsung mengambil motor dan mobil kemudian melanjutkan perjalanan pulang.

Padahal sebagai pimpinan di amal Usaha Muhammadiyah di bidang  pendidikan diharapkan anak didiknya bisa mempunyaiaqidah yang kuat dengan salah satu amal ibadahnya yaitu Sholat tepat pada waktunya di tempat yang dimuliakan oleh Allah SWT yaitu Masjid.Tetapi bila pimpinan-pimpinan lembaga pendidikan nya saja tidak bisa mengamalkan lantas apa mungkin anak-didiknya bisa mengamalkan.

Harapan kita sebagai kader Muhammadiyah  di amal usaha pendidikan maupun yang lain bisa meningkatkan kualitasnya dengan bisa menghargai waktu dan juga menegakkan sholat dengan sebaik-baiknya sebagai modal untuk membentuk generasi muda yang bisa menolong agama Allah.

Hikmah:

“Barangsiapa berwudhu dengan baik keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampaipun dari bawah kuku-kukunya. “(HR. Muslim)

Categories: Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: