Sekolah Muhammadiyah di Gunungkidul akan banyak yang gulungtikar bila dikelola biasa-biasa saja

smk muh_1

Sekolah Muhammadiyah di Gunungkidul baik dari tingkat Sekolah Dasar,SMP maupun SMA dan SMK jumlahnya lumayan banyak,Sebagian kecil dari sekolah-sekolah tersebut dalam kondisi pas-pasan bahkan jumalh siswanya cenderung menurun setiap tahunnya.Beberapa penyebab dari semakin menurunnya jumlah siswa di sekolah-sekolah Muhammadiyah selain berhasilnya program Keluarga Berencana dimana semboyan BKKBN dengan “Dua Anak Cukup ” menyebabkan jumlah  anak usia sekolah semakin menurun setiap tahunnya.Penyebab yang lain jumlah sekolah Negeri semakin bertambah di Gunungkidul baik di tingkat kecamatan maupun Kabupaten ,ditambah lagi banyak sekolah negeri yang sudah ada menambah jumlah kelas di setiap tahunnya.

Meihat realita dan kenyataan tersebut Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul melalui Majlis Dikdasmen seharunya mempunyai langkah-langkah dan terobosan sehingga sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada saat ini minimal bisa bertahan syukur meningkat kualitasnya.Berdasarkan pengamatan penulis sebagian sekolah-sekolah Muhammadiyah belum dikelola secara maksimal,atau boleh dikatakan monoton dn belum ada terobosan-terobosan yang menarik bagi orang-orang tua.

Bila dikelola dengan terobosan-terobosan yang baik maka walaupun sekolah Muhammadiyah merupakan sekolah swasta  Insya Allah akan menjadi pilihan pertama bagi para orangtua yang ada saat ini.Salah satu contohnya adalah SD Muhammadiyah Al-Mujahidin Wonosari,dengan pengelolaannya yang maksimal dan terobosan-terobosan yang bisa meningkatkan kualitas akademik dan akhlaq siswa maka sebelum tahun ajaran sudah dipenuhi calon-calon pendaftar bahkan ada yang rela untuk indent dari tahun sebelumnya.

Sekolah-sekolah Muhammadiyah yang lainpun bila dikelola dengan maksimal dengan niatan Ibadah dan menolong agama Allah serta mau berkorban baik tenaga , waktu  maupun pemikiran Insya Allah akan meningkatkan kualitas sekolah.Peran guru sebagai pendidik harus dimaksimalkan sebab rata-rata siwa yang masuk ke sekolah-sekolah Muhammadiyah merupakan siswa “Kelas Dua “ dalam arti sudah tidak diterima di sekolah negeri.Dengan kualitas siswa yang demikian maka peran guru sebagai pendidik sangat menentukan keberhasilan siswa tersebut.Jadi peran guru tidak sebatas mengajar di kelas tetapi juga harus bisa menjadi pendidik sekaligus menjadi orangtua. Tugas berat memang ,tetapi bila tidak mau demikian maka jangan kaget bila semakin tahun pendaftar semakin sedikit dan kemudian tidak ada pendaftar dan akhirnya mau tidak mau harus tutup karena tidak ada siswanya.

Hikmah:

“Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga (macam), yaitu sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang dimanfaatkan, atشu anak shaleh yang mendoakannya.” (HR Muslim).

 

Categories: Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: