Banyak Siswa Sekolah Muhammadiyah Tidak Lancar Baca Al-Qur’an : Apa Langkah Sekolah ?

Mari Berantas Pornografi dan Pornoaksi yang merusak generasi muda harapan bangsa

Sekolah Muhammadiyah bertebaran di setiap desa ,kecamatan,kabupaten dan propinsi di Indonesia.Jumlah yang sangat membanggakan bila dilihat dari kuantitasnya tetapi bila dilihat dari kualitas dan lebih khusus kualitas Keislaman dan khusus lagi Kualitas Baca Al-Qur’an masih jauh dari harapan para orangtua atau wali murid.

Banjirnya teknologi informasi menjadi salah satu godaan siswa di rumah dan lingkungannya sehingga semakin jauh dari Al-Qur’an.Godaan permainan lewat HP dan acara Televisi  semakin maupun internet menjadikan siswa-siswa pada umumnya dan juga siswa di sekolah Muhammadiyah semakin jauh dari Al-Qur’an.

Kesibukan para orangtuapun semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya  kebutuhan hidup saat ini.Dengan kesibukan yang semakin meningkat maka perhatian kepada putra-putranya semakin berkurang apalagi terhadap kemampuan baca Al-Qur’an.

Kepekaan social di masyarakat juga semakin menurun dengan semakin tingginya individualisme diantara anggota masyarakat.Dengan semakin tingginya individualism anggota masyarakat maka kepeduliatn terhadap lingkungan semakin menurun apalagi sampai pada kemampuan baca Al-Qur’an para anak-anak di lingkungannya.

Dengan melihat  beberapa  hambatan tersebut maka satu-satunya yang saat ini bisa diandalkan agar anak-anak kita bisa membaca Al-Qur’an adalah lembaga pendidikan dan salah satunya sekolah MUhammadiyah.Sayangnnya sekolah sekolah Muhammadiyah sat ini untuk pelajaran Al-Qur’an hanya 1 jam perminggunya ,itupun masih digabung dengan pelajaran Al-Hadits.Dengan satu orang guru yang mengampu 30 – 40 siswa perkelas dalam waktu satu jam maka masih sangat jauh dari kebutuhan ideal agar siswa-siswa tersebut bisa membaca Al-Qur’an.

Diperlukan terobosan-terobosan baru agar anak-anak Muhammadiyah bisa membaca Al-Qur’an di sekolah Muhammadiyah.Bisa dengan tambahan ekstra kurikuler maupun sekolah berasrama.Sekolah berasrama selain waktu yang longgar untuk menambah kelancaran baca Al-Qur’an juga bisa menanggulangi siswa dari pengaruh dunia luar yang semakin banjir dengan kemaksiatan.

Dengan tambahan ekstra kurikuler baca Al-Qur’an satu kelas 3 atau empat pengampu akan sedikit banyak membantu siswa memperlancar bacaan Al-qur’annya.Bila memungkinkan penambahan sistim asrama akan lebih baik lagi untuk memperlancar siswa-siswa membaca Al-qur’an.Insya Allah dengan beberapa langkah tersebut tidak akan terjadi Siswa Sekolah Muhammadiyah tidak lancer Baca Al-Qur’an.Semoga.

Hikmah:

“Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga (macam), yaitu sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang dimanfaatkan, atشu anak shaleh yang mendoakannya.” (HR Muslim).

Categories: Pendidikan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: