SHALAT JAMA’AH BAGI LAKI-LAKI MENURUT MAZHAB SYAFI’I

Tanda Islam-nya seorang muslim, yang paling pokok dan mendasar adalah ia berpegang teguh pada Rukun Islam. Sedangkan pilar Rukun Islam yang paling pokok dan mendasar adalah Syahadat dan Shalat. Tentu, shalat yang dimaksud adalah shalat fardlu lima waktu (Isya, Shubuh, Lohor, Ashar dan Maghrib).

Bukti hormat dan cinta-nya seorang muslim kepada Nabi-nya adalah menghidup-hidupkan sunnah-sunnah uswah Nabi Saw. (berupa tradisi/model kehidupan Nabi Saw.). Sunnah Nabi Saw yang pokok dan terbesar adalah berjamaah di masjid dalam hal shalat fardlu.

Shalat Fardlu dengan berjamaah di tempat adzan dikumandangkan (masjid), adalah cara shalat-nya Rasulullah Saw. Baginda Rasulullah Saw. tidak pernah shalat di rumah kecuali shalat-shalat sunnah. Bahkan, meskipun dalam keadaan sakitnya yang parah, beliau tetap berangkat ke masjid untuk menunaikan berjamaah shalat fardlu, beliau berjalan dipapah oleh dua orang sahabat, kemudian didudukan dalam shof, ketika itu yang mengimami shalat adalah Abu Bakar As-Sidiq R.a. Demikian pula ada sahabat yang buta, diperintahkan oleh Rasululllah Saw. untuk menjawab panggilan adzan dengan mendatangi masjid untuk shalat fardlu dengan cara berjamaah.

Inilah cara yang pokok dan mendasar, yang dicontohkan (di-uswah-kan) Rasulullah Saw tentang shalat. Demikian pula yang diperintahkan Rasulullah Saw. kepada para sahabatnya. Bahkan Rasulullah Saw. geram kepada orang yang sholat fardlu-nya di rumah-rumah mereka. Shalat fardlu, dengan cara berjamaah, ini juga yang diamalkan oleh para tabi’in, tabi’ut tabi’in, termasuk para imam mazhab, yang kaidah fiqh-nya menjadi rujukan umat Islam seluruh dunia sampai saat ini.

Hari ini, sebagian sangat besar umat Islam menyepelekan cara berjamaah dalam hal shalat fardlu. Hal ini terjadi, salah satunya karena sebagian pemuka masyarakat atau tokoh panutan umat (ustadz, dai/ mubaligh,ulama) kurang konsisten berjamaah lima waktu di masjid. Mereka beranggapan bahwa hukum berjamaah pada shalat fardlu adalah sunnah muakadah, juga menganggap kalau ketentuan hukum sunnah muakadah terhadap shalat fardlu berjamaah adalah ketentuan  hukum resmi mazhab Syafi’i, yaitu mazhab fiqh yang dianut oleh sebagian besar umat Islam di negeri ini. Benarkah Pandangan ini ?

Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i yang lebih terkenal dengan Imam Syafi’i, dalam hal berjamaah shalat fardlu di masjid, beliau mengatakan, “Aku tidak memberi keringanan, untuk orang yang mampu melaksanakan shalat berjamaah di masjid untuk tidak melaksanakannya kecuali karena ada uzur.” (Al-Umm 1/180).

Beliau juga mengatakan, “Anak-anak hendaknya diperintahkan untuk pergi ke masjid dan mengikuti shalat berjamaah agar terbiasa melakukannya di kemudian hari.” (Al-Iqna’ fii Halli Alfazh Abi Syuja’ 1/151).

Hukum Shalat Fardlu dengan Berjamaah menurut Para Ulama Mazhab Syafi’i

Imam Nawawi mengatakan, “…hukum shalat berjamaah adalah fardlu ‘ain namun bukan syarat sah shalat. Pendapat ini merupakan pendapat dari dua ulama besar mazhab syafi’i yang memiliki kemampuan mendalam dalam bidang fiqh dan hadits yaitu Abu Bakar Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Mundzir.” (Al-Majmu’ 4/75)

Ibnu Hajar berkata, “Hukum shalat berjamaah fardlu ‘ain merupakan pendapat sejumlah ulama pakar hadits yang bermazhab syafi’i, yaitu Abu Tsaur, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Mundzir dan Ibnu Hibban.” (Fathul Baari 2/126).

Abu Tsaur berkata, “Shalat berjamaah itu wajib. Tidak boleh seorang pun meninggalkannya kecuali karena ada uzur yang menghalanginya.” (Al-Ausath fi As-Sunan wa Al-Ijma’ wa Al-Ikhtilaf 4/138).

Pandangan Ibnu Khuzaimah tentang shalat berjamaah, bisa kita simpulkan dari judul-judul bab dalam kitab beliau, Shahih Ibnu Khuzaimah. Diantaranya :

  1. Bab perintah kepada orang buta mengikuti berjamaah shalat fardlu meskipun dia sebenarnya merasa khawatir dengan binatang buas dan hewan-hewan malam jika tetap ikut shalat berjamaah.
  2. Bab orang buta diperintahkan untuk mengikuti shalat berjamaah meskipun rumahnya jauh dari masjid dan tidak ada penuntun yang dengan sukarela mengantarkannya ke masjid.
  3. Bab ancaman keras bagi yang meninggalkan berjamaah shalat fardlu.
  4. Bab dikhawatirkan terjangkit penyakit munafik bagi orang yang tidak mengikuti berjamaah dalam shalat fardlu.
  5. Bab tentang shalat yang paling berat bagi orang munafik dan ditakutkan terkena penyakit nifak bagi yang meninggalkan shalat Isya dan Subuh dengan cara berjamaah.
  6. Bab ancaman keras bagi orang yang meninggalkan berjamaah shalat fardlu, baik ketika berada di perkampungan atau di gurun karena setan menguasai orang tersebut. Lihat Shahih Ibnu Khuzaimah 2/367-371

Ini dalil yang jelas dan tegas sekali bahwa shalat berjamaah di masjid itu kewajiban,

bukan keutamaan. Jalankan kewajiban (dengan ikhlas dan ittiba’) otomatis mendapat keutamaan-keutaman dari sisi Allah Swt. Masih banyak ulama mazhab syafi’i yang pandangannya konsisten merujuk pada pandangan Imam Syafi’i. Halaman ini sangat terbatas untuk menuliskannya satu persatu. Memang, belakangan banyak muncul tokoh-tokoh agama (ustadz,dai/mubaligh,ulama) yang mengaku bermazhab syafi’i, berpendapat bahwa hukum shalat berjamaah adalah sunnah muakadah, boleh dan sah-sah saja berpendapat seperti itu, tapi keliru, ngawur jika dikatakan sebagai pandangan Imam Syafi’i dan Mazhab Syafi’i, karena pandangan beliau, dan para ulama yang konsisten mengikuti mazhabnya berpandangan bahwa hukum shalat fardlu berjamaah di tempat adzan dikumandangkan (masjid) itu adalah fardlu ‘ain. Sungguh sangat disayangkan, jika ada orang yang mengaku ber-mazhab syafi’i dalam masalah fiqh, namun praktek fiqh-nya bertentangan dengan pandangan Imam Syafi’i dan Mazhab Syafi’i. Allahu a’lam,@

(Disarikan dari berbagai sumber, terbuka untuk dialog, kritik dan saran, hubungi AL-BANARI

0811 266 828 / 0274 6886 600).

Ditulis oleh Ustazd Ali Shadikin Sutanto SAg Direktur Pengobatan Herba “ AL_BANARI .

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: